PERS DALAM PERSPEKTIF DAKWAH
Istilah pers
berasal dari bahasa belanda yang dalam bahasa inggrisnya berarti press secara
harfiah pers berarti cetak dan secara maknawiyah berarti penyiaran secara
tercetak atau publikasi secara dicetak.
Menurut J. B. Wahyudi pers secara etimologi adalah
barang cetakan, alat cetakan atau tekanan, sedangkan secara teoritis berarti
semua sarana komunikasi.
Menurut Kurniawan
Junadhie pers merupakan sebutan bagi penerbitan / perusahaan / kalangan yang
berkaitan dengan media massa, yang bermula dari cara bekerjanya media cetak
yang awalnya menekankan huruf – huruf diatas kertas yang akan dicetak.
Jika dilihat dari
teori sistem, pers merupakan sistem terbuka yang probabilistik. Terbuka artinya
bahwa pers tidak bebas dari pengaruh lingkungan, tetapi dilain pihak pers juga
mempengaruhi lingkungan. Probabilistik artinya hasil operasinya tidak bisa
diduga secara pasti maka pers harus mampu menyesuaikan diri kepada perubahan
situasi dan kondisi lingkungan sebab kalau pers tidak mampu menyesuaikan maka
pers itu akan mati atau mungkin tidak diterima oleh masyarakat.
Macam – macam media cetak
1.
Brosur
Merupakan terbitan non periodokal yang tidak dijilid serta jumlah
halamannya terdiri sekurang – kurangnya lima halaman dan tak lebih dari 48 halaman.
2.
Buletin
Merupakan salah satu media komunikasi visual yang berbentuk
kumpulan lembaran – lembaran atau buku – buku yang diusahakan secara teratur
oleh organisasi atau instansi dan ditunjukan kepada khalayak tertentu saja.
3.
Jurnal
Merupakan nama lain dari majalah berkala, surat kabar harian atau
suatu tulisan bergaya mencatat peristiwa dari waktu ke waktu secara kronologis.
Dapat juga berarti laporan seccara berkala mengenai peristiwa tertentu.
4.
Majalah
Penerbitan berkala pers yang menggunakan kertyas sampul, memuat
bermacam – macam tulisan yang dihiasi ilustrasi maupun foto – foto.
5.
Surat kabar
Merupakan sebutan bagi penerbitan pers yang masuk dalam medai massa
cetak yang berupa lembaran berisi berita – berita yang aktual dan bersifat
universal.
6.
Pamflet
Merupakan salah satu media komunikasi atau piblisitas yang berupa
selebaran
7.
Folder
Semacam pamflet yang dilipat yang berisi gambaran atau keterangan
yang serba ringkas mengenai satu kegiatan dari instansi tetapi tidak
menggunakan pelekat sebagaimana layaknya pada buku.
8.
Booklet
Penerbitan berbatas yang bersifat khusus yang bentuknya seperti
buku
9.
Leaflet
Penertbitan terbatas yang bersifat khusus yang berbentuk selebaran
10.
Tabloid
Penerbitan yang bersifat khusus yang memiliki halaman setengah
surat kabar bahkan ada surat kabar yang diterbitkan dalam bentuk tabloid.
Peranan dan fungsi pers
Dalam sejarah
perjalanan pers terbukti bahwa pers memiliki kekuatan guna mempertahankan
kekuasaan, sebab pers menjadi alat yang effektif untuk membentuk pendapat umum.
Maka dalam perkembangannya pers dijadikan alat penguasa. Jadi pers memiliki
peran yang cukup besar dalam merekayasa pola kehidupan suatu masyarakat.
Termasuk salah satunya dalam memberikan pengetahuan dan membingkai pengalaman
keagamaan.
Para ahli menyebutkan bahwa pers pada umumnya mempunyai tiga fungsi
utama yaitu :
1.
Memberikan
informasi
2.
Memberikan
hiburan
3.
Melaksanakan
kontrol sosial
Sedangkan menurut Onong Uchjana Effendy fungsi pers adalahlah
sebagai berikut :
1.
Menyiarkan
informasi ( to inform )
2.
Mendidik
( to educate )
3.
Menghibur
( to entertain )
4.
Mempengaruhi
( to influence )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar