Senin, 15 Oktober 2012

Pers dalam Dakwah dan Keislaman

-->
PERS DALAM PERSPEKTIF DAKWAH

            Istilah pers berasal dari bahasa belanda yang dalam bahasa inggrisnya berarti press secara harfiah pers berarti cetak dan secara maknawiyah berarti penyiaran secara tercetak atau publikasi secara dicetak.
            Menurut  J. B. Wahyudi pers secara etimologi adalah barang cetakan, alat cetakan atau tekanan, sedangkan secara teoritis berarti semua sarana komunikasi.
            Menurut Kurniawan Junadhie pers merupakan sebutan bagi penerbitan / perusahaan / kalangan yang berkaitan dengan media massa, yang bermula dari cara bekerjanya media cetak yang awalnya menekankan huruf – huruf diatas kertas yang akan dicetak.
            Jika dilihat dari teori sistem, pers merupakan sistem terbuka yang probabilistik. Terbuka artinya bahwa pers tidak bebas dari pengaruh lingkungan, tetapi dilain pihak pers juga mempengaruhi lingkungan. Probabilistik artinya hasil operasinya tidak bisa diduga secara pasti maka pers harus mampu menyesuaikan diri kepada perubahan situasi dan kondisi lingkungan sebab kalau pers tidak mampu menyesuaikan maka pers itu akan mati atau mungkin tidak diterima oleh masyarakat.
Macam – macam media cetak
1.      Brosur
Merupakan terbitan non periodokal yang tidak dijilid serta jumlah halamannya terdiri sekurang – kurangnya lima halaman dan tak lebih dari 48  halaman.
2.      Buletin
Merupakan salah satu media komunikasi visual yang berbentuk kumpulan lembaran – lembaran atau buku – buku yang diusahakan secara teratur oleh organisasi atau instansi dan ditunjukan kepada khalayak tertentu saja.
3.      Jurnal
Merupakan nama lain dari majalah berkala, surat kabar harian atau suatu tulisan bergaya mencatat peristiwa dari waktu ke waktu secara kronologis. Dapat juga berarti laporan seccara berkala mengenai peristiwa tertentu.
4.      Majalah
Penerbitan berkala pers yang menggunakan kertyas sampul, memuat bermacam – macam tulisan yang dihiasi ilustrasi maupun foto – foto.
5.      Surat kabar
Merupakan sebutan bagi penerbitan pers yang masuk dalam medai massa cetak yang berupa lembaran berisi berita – berita yang aktual dan bersifat universal.
6.      Pamflet
Merupakan salah satu media komunikasi atau piblisitas yang berupa selebaran
7.      Folder
Semacam pamflet yang dilipat yang berisi gambaran atau keterangan yang serba ringkas mengenai satu kegiatan dari instansi tetapi tidak menggunakan pelekat sebagaimana layaknya pada buku.
8.      Booklet
Penerbitan berbatas yang bersifat khusus yang bentuknya seperti buku
9.      Leaflet
Penertbitan terbatas yang bersifat khusus yang berbentuk selebaran
10.  Tabloid
Penerbitan yang bersifat khusus yang memiliki halaman setengah surat kabar bahkan ada surat kabar yang diterbitkan dalam bentuk tabloid.
Peranan dan fungsi pers
            Dalam sejarah perjalanan pers terbukti bahwa pers memiliki kekuatan guna mempertahankan kekuasaan, sebab pers menjadi alat yang effektif untuk membentuk pendapat umum. Maka dalam perkembangannya pers dijadikan alat penguasa. Jadi pers memiliki peran yang cukup besar dalam merekayasa pola kehidupan suatu masyarakat. Termasuk salah satunya dalam memberikan pengetahuan dan membingkai pengalaman keagamaan.
Para ahli menyebutkan bahwa pers pada umumnya mempunyai tiga fungsi utama yaitu :
1.      Memberikan informasi
2.      Memberikan hiburan
3.      Melaksanakan kontrol sosial
Sedangkan menurut Onong Uchjana Effendy fungsi pers adalahlah sebagai berikut :
1.      Menyiarkan informasi ( to inform )
2.      Mendidik ( to educate )
3.      Menghibur ( to entertain )
4.      Mempengaruhi ( to influence )